Satuan panjang

Pada zaman dahulu, orang mengukur besaran panjang dengan hasta, depa, jari, dan kaki. Hasta, depa, jari, dan kaki merupakan suatu satuan panjang. Dengan adanya bermacam-macam satuan panjang tersebut, akan menimbulkan kesukaran dalam pengukuran. Misalnya, satu depa untuk satu orang tidak sama untuk orang lainnya. Oleh karena itu diperlukan dn ditetapkan satuan-satuan standar yang berlaku secara umum.

Satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut.

  1. Satuan hendaknya bersifat tetap, tidak mengalami perubahan dalam keadaan apapun.
  2. Satuan bersifat internasional, dapat dipakai di mana-mana.
  3. Satuan mudah ditiru setiap orang yang akan menggunakannya.

Satuan besaran panjang dalam SI adalah meter. Bagaimana cara menentukan satu satuan meter? Pada akhir abad ke-18 para ilmuwan dari berbagai Negara berkumpul di kota Paris Perancis untuk menetapkan satu satuan panjang sebagai satu satuan dasar.

Mereka menetapkan bahwa 1 m sama dengan satu persepuluh juta dari panjang seperempat lingkaran bumi. Kemudian, panjang jarak satu meter itu diukur pada sebatang platina iridium. Jarak antara dua goresan pada batang platina iridium yang bersuhu 0˚C ditetapkan sebagai meter  standar

Meter standar ini disimpan di Severs dan tiruannya hamper semua Negara memilikinya. Menurut pendapat para ahli fisika, meter standar yang terbuat dari logam kurang baik karena mengalami perubahan panjang walaupun kecil sekali. Oleh karena itu, dibuat meter standar yang lebih tepat dan tidak mengalami perubahan walaupun temperaturnya naik.

Satu meter adalah jarak yang sama dengan 1 650 763,73 kali panjang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton 86 di dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik (tahun 1960).

Definisi baru satuan meter tahun 1983 yaitu sebagai berikut. Satu meter adalah panjang jark yang ditempuh cahaya dalam vakum dalam waktu  1 Per 299 792 458 Seakon

Satuan panjang lainnya yang diturunkan dari 1 meter adalah :

1 desimeter (dm) = 0,1 m = 10-1 m
1 Sentimeter (cm) = 0,01 m = 10-2 m
1 milimeter (mm) = 0,001 m = 10-3 m
1 dekameter (dam) = 10 m = 101 m
1 hektometer (hm) = 100 m = 102 m
1 kilometer (Km) = 1000 m = 103 m

Sedangkan singkatan system metricnya adalah sebagai berikut :

tera (T) 1012 deka (da) 101
giga (G) 109 desi (d) 10-1
mega (M) 106 senti (c) 10-2
kilo (K) 103 mili (m) 10-3
hekto (h) 102 mikro (µ) 10-6

Alat-alat ukur panjang yang dipakai untuk mengukur panjang suatu benda antara lain mistar, jangka sorong, micrometer skrup, dan rolmeter

Jangka Sorong                                    mikrometer

Mistar                                       rolmeter

Mistar bersekala kecil 1 cm ini mempunyai ketelitian 0,5 cm. jangka sorong mempunyai ketelitian 0,1 mm. dan micrometer mempunyai ketelitian 0,01 mm. Nilai ketelitian  adalah nilai panjang terkecil yang masih dapat diukur oleh alat ukur tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, anda pernah melihat kegiatan pengukuran. Misalnya di pasar para pedagang mengukur panjang kain untuk bahan celana pria 110 cm kemudian dipotong. Dengan alat apa penjual kain mengukur panjang kain itu?.



Dipublikasi di Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

Tektonisme, Vulkanisme dan Seisme (gempa)

Secara geologis, tenaga endogen meliputi tektonisme , vulkanisme, dan seisme (gempa).

  1. Hasil dari proses tektonisme

    Tektonisme
    adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertical. Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerah, tektonisme dibedakan atas epirogenesa dan orogenesa.

    1. Epirogenese
      adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertical akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yang sangat luas. Gerakan epirogenese dibagi menjadi dua sebagai berikut :
      1. Epirogenese
        positif, yaitu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami kenaikan.
      2. Epirogenese
        negative, yaitu gerak naiknya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami penurunan.
    2. Orogenese
      adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertical akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi secara cepat seperti meliputi wilayah yang sempit. Misalnya, pembentukan deretan sirkum pasifik.

    Berdasarkan bentuknya prosesnya tektonisme dibedakan atas patahan dan lipatan.

    1. Lipatan, terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Bagian yang terlipat ke atas dinamakan punggung lipatan (anticlinal), sedangkan yang melipat ke bawah dinamakan lembah lipatan (sinklinal). Jenis-jenis lipatan sebagai berikut :
      1. Lipatan tegak (symmetrical folds) terjadi karena pengaruh tenaga horizontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tangensial.
      2. Liputan miring (asymmetrical folds), terjadi karena arah tenaga horizontal tidak sama.
      3. Lipatan menutup (recumbent folds), terjadi karena tenaga tangensial saja yang bekerja.
      4. Lipatan rebah (overturned folds), terjadi karena arah tenaga horizontal dari satu arah.
      5. Sesar sungkup (overthrust), terjadi karena ada pergerakan pada panjang kerak bumi.
    2. Patahan, terjadi akibat tenaga endogen yang relative cepat , baik secara vertical maupun secara horizontal. Jenis-jenis patahan sebagai berikut :
      1. Tanah naik
        (horst), yaitu dataran yang terletak lebih tinggi dari daerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Horst terjadi akibat gerakan tektogenesa horizontal memusat, yaitu tekanan dari dua arah atau lebih yang menimbulkan kerak bumi terdorong naik.
      2. Tanah turun
        (graben/slenk), yaitu kenampakkan dataran yang letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Graben terjadi karena tarikan dari dua arah yang mengakibatkan kerak bumi turun.
      3. Sesar, yaitu patahan yang diakibatkan oleh gerak horizontal yang tidak frontal dan hanya sebagian saja yang bergeser. Sesar ini dibagi menjadi dua, yaitu dekstral dan sinistral.
        Dekstral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser kekanan. Sinistral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke kiri.
      4. Blok mountain, yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan, blok mountain terjadi akibat tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah, ada yang naik ada yang turun da nada pula yang berbentuk miring sehingga terbentuk komplek pegunungan patahan yang terdiri atas balok-balok lithosfera.
Dipublikasi di IPS, Pendidikan Umum | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar